Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan
ISSN 2086-4981

OPTIMALISASI PROSES PENCUCIAN KAPAL ISAP PRODUKSI (KIP) TIMAH PENGANAK DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN PRODUKSI DI LAUT PERMIS

Yoszi Mingsi Anaperta
INTISARI

PT. Timah (Persero) Tbk, Unit Laut Bangka merupakan unit produksi dari PT. Timah (Persero) Tbk yang melakukan penambangan timah di laut menggunakan kapal keruk dan kapal isap produksi. Salah satunya adalah KI Penganak. Proses pencucian merupakan proses akhir yang sangat menentukan dari rangkaian kegiatan pertambangan timah di Kapal Isap Produksi (KIP), sehingga besar kecilnya kuantitas dan kualitas perolehan bijih timah sangat ditentukan oleh baik buruknya rangkain proses pencucian tersebut.

Adapun nama-nama peralatan pencucian pada KIP Penganak yaitu saringan putar (revolving screen),jig, shakan, Bandar tailing dan Bandar batu, alat plotting dan mapping (GPS).

Pada setiap langkah operasi pencucian, baik pemisahan basah maupun pemisahan kering perlu dilakukan penilaian terhadap tujuan operasi tersebut. Proses pencucian pada KIP Penganak masih belum optimal karena masih banyak mineral ikutan yang masuk menjadi konsentrasi, penyebabnya antara lain dari variabel - variable jig yang belum sesuai dengan standar walaupun perbedaannya sedikit dengan standar yang ditentukan tetapi memberi pengaruh pada proses pencucian.

Total konsentrat akhir yang dihasilkan pada pencucian di Jig-Jig adalah 116,28 kg/jam dan recovery seluruh jig yang didapat 97,56. Dari total konsentrat akhir nilai kadar Sn yang didapatkan 18,64 % jauh dibawah standar dari ketetapan yang diminta yaitu ± 50 %, sedangkan recovery seluruh jig juga tidak sesuai yang diminta dari recovery yang ditetapkan yaitu >98 %. Recovery rendah karena performa pencucian kurang baik. Adapun untuk mendapatkan perolehan timah secara optimal, dapat dipengaruhi oleh faktor personel (manusia) dan faktor peralatan.

Kata Kunci :
konsentrat, variabel jig recovery


ABSTRACT

PT. Timah (Persero) Tbk, the Pacific Marine Unit is a unit of production of PT. Timah (Persero) Tbk conducting tin mining in the sea using dredges and suction vessel production. One is the KI Penganak. Washing process is a process that largely determines the end of a series of tin mining activities in Ship Production Sip (KIP), so the size of the quantity and quality of tin ore acquisition is largely determined by the merits of custody the washing process.

The names of washing equipments on the KIP Penganak rotary sieve (revolving screen), jigs, shakan, Bandar tailings and Bandar  rocks, plotting and mapping tools (GPS).

At every step of the washing operation, both the separation of wet and dry separation needs to be assessed against the objectives of such operations. The washing process at KIP Penganak still not optimal because there are many minerals that go into a concentration, among other causes of jig variables have not accorded to the standard, although the difference is less with the standard specified, but an impact on the washing process.

Total final concentrate produced at the washing in the Jigs is 116.28 kg / h and the whole jig recovery gained 97.56. Of the total Sn content of the final concentrate obtained 18.64%, well below the required standard of provision that is ± 50%, whereas recovery does not fit the whole jig is also demanded of the specified recovery of ≥ 98%. Low recovery due to poor washing performance. As for getting the optimal acquisition of tin, may be influenced by factors of personnel (human) and equipment factors


Keyword :
concentrate, jig variables, recovery

Download file : 10-Vol5No1Maret2012-Yoszi Mingsi Anaperta.pdf