Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan
ISSN 2086-4981

NLOS WIRELESS 300 – 400 MHz PADA DAERAH RURAL

Dwi Harinitha
INTISARI

Transmisi gelombang radio dipengaruhi oleh propagasi gelombang yaitu propagasi secara langsung (LOS) atau pun tidak langsung (NLOS). Dalam komunikasi sesungguhnya, propagasi lebih pada kondisi NLOS dan yang popular pada saat ini adalah Sistem Komunikasi Wireless. TErresterial Trunked Radio (TETRA) termasuk salah satu diantaranya, hanya saja frekuensi yang digunakan adalah 300 – 400 MHz. TETRA merupakan standar untuk Sistem Trunked Radio di Eropa yang dipublikasikan oleh ETSI (European Institut for Telecommunications Standards).

TETRA didesain untuk digunakan pada pemerintahan, layanan gawat darurat (ambulans, pemadam kebakaran, polisi), layanan transportasi (kereta api), dan militer. Terminal TETRA dapat menghubungkan komunikasi secara point-to-point, point-to-multipoint, dan multipoint-to-multipoint. Implementasi sederhana dari sistem TETRA adalah walkie-talkie.

Untuk implementasi, telah dilakukan suatu studi “Model Prediksi Sinyal” yang dilakukan di wilayah Urban Kota Riyadh. Pada pengukuran, dilakukan pemilihan rute sebanyak 17 fixed point. Frekuensi kerja efektif Sistem TETRA berada pada range 380 – 400 MHz dengan daya pancar antara   45,78 – 46 dBm. EIRP antara 50,135 – 51,204 dBm dan penguatan antena sebesar 6 dBi. Posisi radio kontroler TETRA berada pada ketinggian 1,5 m diatas permukaan tanah. Untuk model eksponensial (n) di kota Riyadh, diperoleh sebesar 3 ± 0,7 dan Base Station (BS) yang dapat mengcover wilayah Urban adalah BS nomer 2, 5, dan 9.

Kata Kunci :
Wireless NLOS, TETRA, 300 – 400 MHz.


ABSTRACT

Transmitting radio wave propagation is affected by the wave propagation directly (LOS) or indirectly (NLOS). In real communication, propagation in NLOS conditions and that it is popular at the time of Wireless Communication Systems. Terrestrial Trunked Radio (TETRA) is one of them, only the frequency used is 300-400 MHz. TETRA is the standard for Trunked Radio Systems in Europe, published by ETSI (European Telecommunications Standards Institute for).

TETRA is designed for use in government, emergency services (ambulance, fire brigade, police), transport services (trains), and the military. TETRA terminals can connect communications point-to-point, point-to-multipoint, and multipoint-to-multipoint. Implementation of the TETRA system is simple walkie-talkie.

For implementation, we conducted a study "Signal Prediction Model" Urban areas are conducted in Riyadh city. In the measurements, carried out a total of 17 fixed route selection point. Effective working frequency in the range of TETRA System 380-400 MHz with the transmit power between 45.78 to 46 dBm. EIRP between 50.135 to 51.204 dBm and the antenna gain of 6 dBi. TETRA radio position controller is at a height of 1.5 m above ground. For the exponential models (n) in the city of Riyadh, was obtained at 3 ± 0.7 and Base Station (BS) is able to cover Urban areas are BS numbers 2, 5, and 9.


Keyword :
Wireless NLOS, TETRA, 300-400 MHz.

Download file : 9-Vol5No1Maret2012-Dwi Harinitha.pdf